
Muarasipongi, (Humas). Perayaan Hari Guru Nasional 2025 di MTsN 5 Mandailing Natal diwarnai dengan kegiatan penuh makna, yaitu pemberian santunan kepada anak yatim. Di tengah suasana hujan yang turun lembut sejak pagi, para guru dan tenaga kependidikan berkumpul untuk berbagi kasih, seakan hujan turut mengiringi doa dan ketulusan yang hadir di halaman madrasah.
Kegiatan santunan ini menjadi wujud rasa syukur serta kepedulian para pendidik terhadap sesama. Para anak yatim menerima santunan, doa, dan pelukan hangat dari para guru, menciptakan atmosfer haru yang menyentuh hati. Hari Guru tak sekadar menjadi peringatan, tetapi juga momentum untuk menghadirkan nilai kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 5 Mandailing Natal, Harizal Hasan, S.Pd, menyampaikan pesan menyentuh mengenai makna berbagi. “Menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan pelajaran di kelas, tetapi juga menyampaikan kasih di dunia nyata. Hari Guru ini hadir sebagai pengingat bahwa pendidikan sejati dimulai dari hati yang rela memberi,” ujarnya dengan penuh ketulusan.
Beliau juga menekankan bahwa kegiatan berbagi seperti ini akan terus dijadikan tradisi baik di madrasah, agar peserta didik dan seluruh civitas dapat belajar langsung tentang empati dan nilai-nilai kemanusiaan.
Perayaan Hari Guru tahun ini bukan hanya menghadirkan rasa syukur, tetapi juga membangun kedekatan dan kebersamaan antara guru dan siswa. Melalui santunan ini, MTsN 5 Mandailing Natal berharap semangat keikhlasan dan semangat saling peduli semakin tumbuh, sehingga madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang untuk menabur kebaikan. (AL)




