Muarasipongi, (Humas). Suasana berbeda terlihat di lapangan MTsN 5 Mandailing Natal. Para siswa tampak antusias mengikuti momen penting dalam kehidupan organisasi madrasah. Penetapan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden OSIM periode 2026–2027 sekaligus pencabutan nomor urut partai pengusung.

Kegiatan ini menjadi kick-off rangkaian Pemilihan Umum OSIM, yang tahun ini dirancang semakin menarik karena mengadopsi sistem Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden di Indonesia. Dengan konsep tersebut, siswa tidak hanya memilih pemimpin, tetapi juga belajar langsung tentang proses demokrasi yang sebenarnya.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Wakil Kepala Madrasah serta guru pembina ekstrakurikuler yang berperan sebagai ketua partai pengusung bagi para bakal calon. Turut hadir pula para guru pembimbing akademik yang memberikan rekomendasi kepada siswa untuk maju sebagai bakal calon Presiden dan Wakil Presiden OSIM.

Tak hanya itu, seluruh siswa yang telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon juga hadir untuk mengikuti proses penetapan dan pencabutan nomor urut dengan penuh semangat.

Menariknya, panitia pemilihan umum OSIM dibentuk menyerupai lembaga penyelenggara pemilu nasional. Di tingkat madrasah, terdapat struktur KPU, BAWASLU, dan PANWASLU, sehingga seluruh proses pemilihan berlangsung lebih sistematis, transparan, dan edukatif.

Kepala MTsN 5 Mandailing Natal, Harizal Hasan, S.Pd., dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai demokrasi kepada siswa. “Melalui kegiatan ini kita ingin menanamkan nilai demokrasi, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan kepada para siswa sejak dini. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden OSIM bukan sekadar memilih pemimpin, tetapi juga proses pembelajaran karakter bagi seluruh peserta didik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Umum OSIM menjelaskan bahwa seluruh tahapan pemilihan dirancang secara bertahap agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang nyata tentang proses demokrasi. “Kami berusaha menghadirkan proses pemilihan yang transparan, jujur, dan demokratis dengan mengadopsi sistem pemilu di Indonesia. Harapannya, siswa tidak hanya memahami prosesnya, tetapi juga belajar menjadi pemimpin yang bertanggung jawab,” jelasnya.

Setelah tahap penetapan bakal calon ini, para peserta akan mengikuti berbagai tahapan seleksi dan kegiatan yang tak kalah menarik. Di antaranya tes akademik, tes wawasan kebangsaan dan keagamaan, pendaftaran dan penetapan pasangan calon, kampanye, hingga debat terbuka antar pasangan calon.

Puncaknya, pemungutan suara Pemilihan Umum OSIM dijadwalkan berlangsung pada 2 April 2026. Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, MTsN 5 Mandailing Natal berharap dapat melahirkan pemimpin OSIM yang cerdas, berkarakter, dan memiliki nilai-nilai keagamaan yang kuat. Hal ini juga menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam mewujudkan pendidikan yang maju, bermutu, dan mendunia. (AL)