Madina (Humas MTsN 5) — Dalam upaya mengoptimalkan layanan administrasi dan mempercepat transformasi digital di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal, digelar kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi SRIKANDI pada Kamis (6/11), bertempat di MTsN 5 Mandailing Natal yang dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari KUA Kecamatan Kotanopan, Tambangan, Ulu Pungkut, Muara Sipongi, dan Pakantan, serta tim administrasi dari MTsN 5 Mandailing Natal. Acara dibuka secara resmi oleh Kasubbag Tata Usaha Kemenag Mandailing Natal, H. Armen Rahmad Hasibuan, S.Ag., M.I.Kom, dan turut dihadiri oleh Kepala MTsN 5 Mandailing Natal, Harizal Hasan, S.Pd.

Dalam sambutannya selaku tuan rumah, Harizal Hasan, S.Pd menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada MTsN 5 Mandailing Natal sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai bahwa penerapan Aplikasi SRIKANDI merupakan langkah maju dalam mendukung digitalisasi arsip dan administrasi di madrasah.

“Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir. Alhamdulillah, digitalisasi arsip kini semakin nyata dengan hadirnya SRIKANDI. Ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja menuju tertib, cepat, dan transparan dalam administrasi. Kami di MTsN 5 Mandailing Natal siap menjadi bagian dari transformasi digital ini,” ujar Harizal Hasan dalam sambutannya.

Sementara itu, Kasubbag TU Kemenag Mandailing Natal, H. Armen Rahmad Hasibuan, S.Ag., M.I.Kom dalam arahannya menegaskan bahwa penerapan Aplikasi SRIKANDI merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam mewujudkan tata kelola administrasi yang efektif, efisien, dan transparan.

“SRIKANDI hadir untuk menjawab kebutuhan digitalisasi layanan administrasi. Dengan aplikasi ini, pengelolaan surat dan arsip menjadi lebih cepat, terintegrasi, dan aman,” jelas Armen Rahmad Hasibuan.

Beliau juga menambahkan bahwa aplikasi ini memberikan banyak manfaat, di antaranya meningkatkan transparansi karena seluruh dokumen dapat dipantau secara real time, menghemat biaya dan waktu, serta menjamin keamanan data. “Digitalisasi bukan sekadar tuntutan zaman, tetapi langkah nyata meningkatkan profesionalitas dan akuntabilitas pelayanan publik,” tutupnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi dan pelatihan teknis penggunaan Aplikasi SRIKANDI, yang disampaikan oleh Muslikh Nasution dan Ahmad Jasmun. Peserta dibimbing langsung mengenai proses pembuatan, pengiriman, hingga pengarsipan surat secara digital, dengan Nurmaiyah Nasution bertindak sebagai fasilitator pendamping.

Dalam pemaparannya, Muslikh Nasution menegaskan bahwa penggunaan aplikasi SRIKANDI sangat membantu dalam mengefisiensikan pekerjaan administrasi.

“Sekarang kita tidak perlu repot mencari surat di tumpukan berkas. Semua tersimpan rapi dalam sistem, tinggal klik sudah ketemu. Asal mau belajar, semuanya akan terasa mudah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ahmad Jasmun menambahkan bahwa keberhasilan penerapan SRIKANDI bergantung pada kemauan pegawai untuk beradaptasi.

“Perubahan memang butuh waktu, tapi jika sudah terbiasa, pekerjaan menjadi jauh lebih cepat dan ringan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung lancar dan interaktif. Sebagai tuan rumah, MTsN 5 Mandailing Natal mendapat apresiasi dari peserta dan panitia atas kesiapan sarana, fasilitas, dan pelayanan yang optimal selama kegiatan berlangsung.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh satuan kerja di bawah Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal, termasuk madrasah, dapat semakin siap menghadapi era digitalisasi administrasi berbasis aplikasi SRIKANDI.