Muarasipongi, (Humas). MTsN 5 Mandailing Natal mengembangkan E-book “Panduan Mitigasi Bencana di Madrasah/Sekolah” sekaligus melaksanakan Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi Bencana pada 13 September 2025 sebagai upaya membangun budaya sadar bencana di lingkungan madrasah. Kegiatan ini merupakan implementasi tugas Latsar CPNS Kementerian Agama Tahun 2025 oleh Imam Mahdi Pane, guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

E-book tersebut disusun berdasarkan modul dan petunjuk teknis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta mengacu pada konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kontennya memuat pengertian mitigasi, jenis-jenis bencana, prinsip mitigasi, identifikasi risiko di lingkungan madrasah, prosedur keadaan darurat, pertolongan pertama, hingga pemulihan pascabencana. Produk digital ini menjadi inovasi pembelajaran kebencanaan karena dikemas dalam bentuk buku saku digital yang mudah diakses oleh seluruh peserta didik.

Dalam implementasinya di madrasah, E-book ini diintegrasikan ke berbagai mata pelajaran seperti IPA, IPS, PPKn, dan PJOK, serta diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan PMR. Integrasi tersebut memungkinkan materi kesiapsiagaan dipelajari secara berkelanjutan dan kontekstual, selaras dengan penguatan kurikulum berbasis Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin. Guru menggunakan E-book sebagai rujukan dalam diskusi kelas, projek, dan penugasan mandiri peserta didik.

Setelah siswa mempelajari E-book secara mandiri, madrasah mengadakan sosialisasi dan reka adegan mitigasi bencana yang melibatkan seluruh warga madrasah. Puncak kegiatan berupa simulasi penanggulangan gempa bumi dan kebakaran yang dilaksanakan secara terencana dan tertib—dimulai dari bunyi peringatan, langkah penyelamatan diri di kelas, proses evakuasi menuju titik kumpul aman, hingga evaluasi akhir pelaksanaan simulasi. Kegiatan ini melatih siswa agar tetap tenang, sigap, dan memahami jalur evakuasi ketika terjadi keadaan darurat.

Dalam pelaksanaannya, MTsN 5 Mandailing Natal memperoleh arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal untuk memastikan bahwa prosedur simulasi sesuai dengan standar penanganan kebencanaan. Ini menjadi simulasi mitigasi bencana pertama di MTsN 5 dan diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya satuan pendidikan yang aman, tangguh, dan siap siaga menghadapi potensi risiko di wilayah sekitar madrasah.

Imam Mahdi Pane menyampaikan bahwa pengembangan E-book dan pelaksanaan simulasi mitigasi bencana bukan hanya pemenuhan tugas Latsar CPNS, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. E-book “Panduan Mitigasi Bencana di Madrasah/Sekolah” dapat diakses oleh peserta didik dan warga madrasah melalui tautan yang telah dibagikan MTsN 5 Mandailing Natal. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkala agar madrasah semakin aman dan peduli terhadap keselamatan seluruh warganya. (AL)

https://drive.google.com/drive/folders/1lOy9JxqynImrADvJCpFFac3QTNpVvH-E