
Mandailing Natal, (Humas). MTsN 5 Mandailing Natal kedatangan sosok baru yang membawa semangat segar dan perubahan berarti bagi sekolah. Ia adalah Arliya Lubis, S.Pd, CPNS asal Medan yang resmi memulai tugasnya sebagai guru Bahasa Indonesia. Di balik wajah ramah dan pembawaannya yang tenang, Arliya datang dengan tekad kuat: menghadirkan inovasi untuk kemajuan madrasah. Salah satu karya inspiratifnya yang kini menjadi perbincangan positif di lingkungan sekolah adalah lahirnya SiDeKS (Sistem Data Kesehatan Sekolah), sebuah website berbasis digital yang ia bangun saat mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS 2025 mengubah UKS yang pasif menjadi lebih hidup.
Berawal dari keprihatinannya melihat UKS yang selama ini berjalan pasif dan belum terdigitalisasi, Arliya mencetuskan gagasan untuk menciptakan satu sistem yang mampu mengelola data kesehatan siswa secara rapi, cepat, dan mudah diakses. Website SiDeKS hadir sebagai solusi. Melalui platform tersebut, wali kelas, petugas UKS, pihak madrasah, bahkan Dinas Kesehatan setempat dapat memantau data kesehatan siswa kapan saja. Mulai dari catatan berat badan, tinggi badan, riwayat keluhan kesehatan, hingga laporan berkala yang biasanya memakan waktu kini dapat diakses hanya dalam beberapa klik.
“Data kesehatan itu penting. Kalau dikelola dengan baik, kita bisa mencegah banyak masalah jauh-jauh hari,” ujar Arliya ketika ditemui usai sosialisasi UKS. Dalam penyusunan sistem ini, Arliya tidak bekerja di depan layar saja. Ia turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan fisik siswa berupa pengukuran tinggi dan berat badan bagi seluruh siswa di semester ganjil 2025/2026. Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa yang merasa UKS kini bukan lagi ruang sunyi, melainkan pusat informasi kesehatan yang aktif dan dekat dengan keseharian mereka.
Tak berhenti sampai di situ, Arliya juga menggandeng Puskesmas setempat untuk melaksanakan sosialisasi kesehatan. Para siswa mendapat edukasi langsung tentang pola hidup bersih dan sehat, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta pencegahan penyakit yang sering muncul di usia remaja. Kegiatan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menjadikan UKS bukan sekadar ruang pertolongan pertama, tetapi sebagai pusat edukasi dan preventif bagi siswa.
Kepala MTsN 5 Mandailing Natal mengapresiasi langkah inovatif Arliya Lubis. “Kami bangga memiliki tenaga pendidik muda yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata. SiDeKS adalah bukti bahwa kreativitas dan kepedulian bisa berjalan beriringan,” ungkapnya. Kehadiran Arliya di MTsN 5 menjadi angin segar bagi seluruh warga sekolah. Inovasi yang ia hadirkan melalui SiDeKS bukan hanya mempermudah administrasi, tetapi juga membuka mata semua pihak bahwa digitalisasi sekolah adalah kebutuhan mendesak.
Dengan adanya SiDeKS, MTsN 5 Mandailing Natal berharap proses monitoring kesehatan siswa dapat berlangsung lebih terstruktur dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi madrasah lain di wilayah Mandailing Natal. Arliya Lubis sendiri berharap SiDeKS terus dikembangkan. “Saya ingin data kesehatan siswa menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan mereka, dan sekolah punya alat yang mudah untuk memantaunya,” tutupnya. (AL)
Mari mengenal SiDeKS lebih dekat dengan mengakses situs UKS yang telah disediakan. Sebuah ruang baru yang lahir dari kepedulian terhadap kesehatan siswa. Yuk cek SiDeKS sekarang! 🌐💡 https://sites.google.com/view/sideks




