Muarasipongi (Humas) — MTs Negeri 5 Mandailing Natal menggelar kegiatan Orasi Budaya Tanah Ulu dan Pemutaran Film Dokumenter Budaya sebagai upaya menanamkan kecintaan peserta didik terhadap warisan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan bertema “Melestarikan Budaya Tanah Ulu kepada Generasi Muda di MTs Negeri 5 Mandailing Natal” ini diawali dengan pembukaan di lapangan madrasah, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter budaya di aula madrasah. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi MTs Negeri 5 Mandailing Natal dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Sumatera Utara.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasipenmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal, Ikhwan Siddiqi, S.Ag., M.A.; Koordinator Wilayah 9 Dinas Pendidikan Kecamatan Muara Sipongi, Sri Wirna Hayati, S.Pd.; komite madrasah; serta tokoh adat dan budaya Tanah Ulu, Haji Burhanuddin gelar Datuk Rimambang.
Rangkaian pembukaan di lapangan madrasah berlangsung meriah dengan penampilan hadroh siswa MTsN 5 Mandailing Natal, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah, serta sambutan dari Ketua OSIM. Suasana penuh semangat tampak mewarnai jalannya acara yang disaksikan oleh para tamu undangan, guru, dan peserta didik.
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Kasipenmad Mandailing Natal, Ikhwan Siddiqi, S.Ag., M.A., menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pendidikan karakter. Ia menyampaikan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai budaya bangsa.
“Budaya adalah identitas dan jati diri masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, peserta didik diharapkan tidak hanya mengenal budaya daerahnya, tetapi juga tumbuh rasa bangga dan tanggung jawab untuk menjaganya,” ujar Ikhwan Siddiqi.
Sementara itu, Kepala MTs Negeri 5 Mandailing Natal, Harizal Hasan, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang belajar yang bermakna bagi peserta didik untuk mengenal budaya lokal secara langsung.
“Madrasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar ilmu pengetahuan dan agama, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kecintaan siswa terhadap budaya daerah agar mereka menjadi generasi yang peduli dan siap melestarikan warisan leluhur,” ungkap Harizal.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan ke aula madrasah untuk sesi inti, yakni orasi budaya dan pemutaran film dokumenter. Dalam orasi budaya Tanah Ulu Muara Sipongi, Haji Burhanuddin gelar Datuk Rimambang menyampaikan sejarah, nilai adat, serta kearifan lokal masyarakat Tanah Ulu yang menjadi bagian dari identitas budaya daerah.
Selanjutnya, Tim Bioling Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Sumatera Utara memutar film dokumenter budaya berjudul Aksara Bermata. Melalui tayangan tersebut, para peserta didik diajak memahami pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai warisan yang harus dijaga di tengah derasnya arus modernisasi.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan petisi budaya, doa bersama, dan foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan. Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 5 Mandailing Natal berharap lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap budaya daerah sebagai kekayaan bangsa Indonesia.