Muarasipongi, (Humas). MTsN 5 Mandailing Natal kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan generasi pemimpin muda melalui pelaksanaan Tes Kemampuan Bakal Calon Pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) periode 2026–2027. Sebanyak 44 siswa yang telah lolos tahap pendaftaran dan verifikasi berkas mengikuti seleksi ini dengan penuh semangat.

Tes kemampuan ini menjadi salah satu tahap penting dalam proses menuju pemilihan Presiden dan Wakil Presiden OSIM. Tidak sekadar seleksi biasa, kegiatan ini dirancang untuk menguji kemampuan berpikir, wawasan kebangsaan, pemahaman keagamaan, hingga karakter kepemimpinan para calon pemimpin muda madrasah.

Seleksi berlangsung dalam dua tahapan, yaitu tes tertulis dan tes wawancara. Pada sesi tes tertulis yang dilaksanakan di pelataran Pendopo Madrasah, para peserta mengerjakan 12 soal esai yang mencakup Tes Kemampuan Akademik, Tes Wawasan Kebangsaan, serta Tes Pengetahuan Keagamaan.

Setelah itu, peserta melanjutkan ke tahap tes lisan berupa wawancara yang dilaksanakan di ruang Wakil Kepala Madrasah (WKM). Pada tahap ini, para bakal calon diuji langsung oleh dewan guru untuk melihat lebih dalam cara berpikir, kemampuan komunikasi, serta potensi kepemimpinan yang dimiliki masing-masing peserta.

Menariknya, dalam sesi wawancara para peserta juga dihadapkan pada studi kasus seputar dinamika organisasi siswa. Mereka diminta menyampaikan ide, strategi, dan solusi tentang bagaimana OSIM dapat menjawab berbagai tantangan di lingkungan madrasah maupun masyarakat.

Kepala MTsN 5 Mandailing Natal, Harizal Hasan, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang memilih pemimpin OSIM, tetapi juga menjadi proses pembelajaran kepemimpinan bagi para siswa. “Seleksi ini bukan sekadar mencari siapa yang akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden OSIM. Kami ingin memastikan calon pemimpin OSIM memiliki wawasan luas, karakter baik, serta komitmen untuk membawa organisasi siswa semakin aktif dan bermanfaat bagi madrasah,” ujarnya.

Ia juga berharap proses seleksi yang berlangsung secara terbuka, objektif, dan edukatif ini mampu melahirkan pemimpin siswa yang dapat menjadi teladan bagi seluruh peserta didik.

Salah satu peserta seleksi mengaku bahwa proses ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. “Lewat tes ini kami belajar menyampaikan ide, mencari solusi, dan menunjukkan kesiapan untuk memimpin. Semoga OSIM ke depan bisa membawa perubahan yang lebih positif bagi madrasah,” ungkapnya.

Selanjutnya, seluruh hasil tes akan direkap oleh tim penguji dari dewan guru dan diserahkan kepada ketua partai masing-masing untuk menentukan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden OSIM MTsN 5 Mandailing Natal periode 2026–2027 yang akan melaju ke tahap pemilihan berikutnya.

Melalui proses ini, MTsN 5 Mandailing Natal berharap dapat menghadirkan pemimpin muda yang visioner, berkarakter, dan siap membawa energi baru bagi organisasi siswa sekaligus menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang sehat di lingkungan madrasah. (AL)