
Muarasipongi, (Humas). Suasana Ramadan di MTsN 5 Mandailing Natal (Madina) tahun ini terasa lebih bergetar. Bukan sekadar rutinitas, madrasah ini meluncurkan sebuah misi spiritual yang ambisius menamatkan 30 juz Al-Qur’an setiap hari.
Pagi hari di MTsN 5 Madina tidak lagi diawali dengan keriuhan biasa, melainkan dengan barisan saf sholat dhuha yang rapi, disusul dengan untaian nasihat dalam kultum pagi yang menyejukkan hati. Namun, “menu utama” yang paling dinanti adalah saat lantunan ayat suci mulai bergema di seluruh penjuru madrasah.
Strategi 1 Hari 1 Khatam.
Untuk mengejar target besar ini, MTsN 5 Madina menerapkan sistem bimbingan intensif yang melibatkan seluruh elemen sekolah. Teknisnya terbilang unik dan sistematis. Pembagian 30 kelompok peserta didik dibagi ke dalam 30 kelompok khusus.
Sistem satu kelompok satu juz. Setiap kelompok memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan satu juz yang berbeda. Pendampingan melekat setiap kelompok didampingi oleh seorang guru pembimbing untuk memastikan kualitas bacaan (tajwid) tetap terjaga.
Dengan pembagian beban satu juz per kelompok, secara kolektif MTsN 5 Madina berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an secara sempurna hanya dalam hitungan jam setiap harinya.
Kegiatan tadarus massal ini bukan hanya soal mengejar target angka. Pihak madrasah berharap momentum ini menjadi sarana pembentukan karakter dan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an.
“Kami ingin menjadikan Ramadan sebagai momentum transformasi. Dengan target khatam setiap hari, siswa diajarkan tentang disiplin, kerja sama tim, dan yang terpenting, merasakan manisnya berinteraksi dengan Al-Qur’an,” ungkap Kepala Madrasah MTsN 5 Madina.
Melalui sinergi antara guru dan siswa, MTsN 5 Madina membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, target spiritual yang besar dapat dicapai bersama-sama. Madrasah kini bukan sekadar tempat belajar teori, tapi telah menjelma menjadi rumah bagi para penghafal dan pencinta Al-Qur’an selama bulan suci. (AL)




