BPBD Kabupaten Mandailing Natal Buka Pelatihan Mitigasi Bencana di MTsN 5 Mandailing Natal
Muarasipongi (Humas) — Kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kabupaten Mandailing Natal resmi dibuka di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Mandailing Natal. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 September 2026, di Aula MTsN 5 Mandailing Natal, Senin (7/9/26). Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal, Mukhsin Nasution, S.Sos., MM. Yang dihadiri oleh Kepala Madrasah dan seluruh dewan Guru. Prosesi pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis dan penyerahan pakaian lapangan simulasi kepada peserta. Sebanyak 20 peserta didik MTsN 5 Mandailing Natal mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi dua guru pendamping.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari BPBD Provinsi Sumatera Utara, yaitu Drs. Syafri Nasution, MM. dan Rulianto, S.Pd.I. Para peserta mendapatkan pembekalan terkait upaya pencegahan dan mitigasi bencana serta pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak dini. Materi dan kegiatan pelatihan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan peserta dalam menghadapi potensi bencana secara tepat dan terukur.
Kepala MTsN 5 Mandailing Natal, Harizal Hasan, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BPBD Kabupaten Mandailing Natal yang menjadikan madrasah sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Ia menilai pelatihan tersebut memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran dan budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan pelatihan ini di MTsN 5 Mandailing Natal. Pendidikan kebencanaan sangat penting diberikan kepada peserta didik agar mereka memiliki pengetahuan, kepedulian, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di madrasah maupun di lingkungan masyarakat,” ujar Harizal.
Menurut Harizal, kesiapsiagaan bencana tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi perlu dibangun melalui edukasi dan latihan yang berkelanjutan. Karena itu, keterlibatan peserta didik dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membentuk karakter yang tanggap, disiplin, peduli terhadap keselamatan, serta mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara BPBD Kabupaten Mandailing Natal dan MTsN 5 Mandailing Natal dalam meningkatkan kapasitas serta kesiapsiagaan masyarakat madrasah terhadap risiko bencana. Sebelumnya, MTsN 5 Mandailing Natal telah menyatakan kesediaan mendukung dan memfasilitasi kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana serta mengikutsertakan 20 peserta didik.
Melalui pelatihan tersebut, diharapkan lahir peserta didik yang memiliki pemahaman dan kepedulian terhadap keselamatan diri maupun lingkungan. Edukasi dan latihan kebencanaan di lingkungan madrasah diharapkan dapat memperkuat budaya sadar bencana serta mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.(ZI)
